Alfamart vs Alfamidi, Investasi Mana yang Anda Pilih?

alfamart vs alfamidiMeski tampilan tokonya sedikit mirip, tetapi Alfamart dan Alfamidi sebenarnya merupakan entitas bisnis berbeda. Alfamart adalah jaringan toko ritel yang dikendalikan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk, sedangkan Alfamidi dikelola oleh PT.Midi Utama Indonesia, Tbk.

Apakah Anda tertarik bergabung sebagai franchisee dari kedua jaringan ritel tersebut?

Tabel dibawah ini bisa jadi acuan awal bagi Anda jika ingin membandingkan tipe investasi yang mereka tawarkan. Ya, perbedaan utamanya modal yang dibutuhkan untuk membuka gerai Alfamidi jumlahnya 3-4 kali lebih besar dibanding Alfamart.

Alfamart Alfamidi
Investasi Toko 36 rak/ 80 m2 /Rp 380 juta

Toko 45 rak/ 100 m2 / Rp 400 juta

Investasi awal tersebut mencakup:

  • Biaya waralaba untuk 5 tahun
  • Renovasi lahan (konstruksi sipil; instalasi kelistrikan)
  • Perijinan
  • Peralatan & AC
  • Cash register & sistemnya
  • Papan nama toko berikut displaynya
  • Promosi & persiapan pembukaan toko
Investasi ± 1,2 M (Estimasi untuk bangunan Ruko) – Investasi ± 1,5 M (Estimasi untuk Tanah Kosong )
Rinciannya :

  • Franchise Fee 75 Jt + PPN 10 % selama 10 tahun
  • Renovasi Sipil & Listrik
  • Perijinan
  • Perlengkapan Toko dan AC
  • Komputer dan Systemnya
  • Pembukaan Toko, Kalender Promosi untuk 12 bulan selama 10 tahun
  • Single pole, Shop Sign dan sarana display
Royalti Fee Penjualan Bersih*

  • Rp 0 s/d Rp 150.000.000 0
  • Rp 150.000.000 s/d Rp 175.000.000 1%
  • Rp 175.000.000 s/d Rp 200.000.000 2%
  • Rp 200.000.000 s/d Rp 250.000.000 3%
  • Rp 250.000.000 > 4%
Royalti Fee :

  • 0 s/d 500 Jt :0%
  • 500jt s/d 750 Jt :3%
  • >750jt :4%
Net Margin Tidak Disebutkan 2 – 4% ( Keuntungan Bersih yang didapat Investor Per Bulan dihitung dari Omset )
Luas Toko Lokasi usaha dengan luas 150 – 250 m2 Luas min. 400 m2 (diluar gudang & tempat tinggal karyawan )
Pendaftaran Klik Disini Klik Disini

Mengapa investasi Alfamidi lebih besar? Selain bangunan toko lebih luas, Alfamidi juga menawarkan konsep belanja berbeda seperti menambahkan sayur dan buah-buahan segar sebagai barang dagangan.

Jadi investasi mana yang sebaiknya dipilih? Keputusan di tangan Anda sepenuhnya.

E-commerce Makin Cemerlang di 2015: Ini Dia 5 Peluang Bisnis Jasa Pengiriman di Indonesia!

jasa pengiriman
Bisnis jasa pengiriman barang diperkirakan akan booming dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu faktor yang mendorong cerahnya layanan pengiriman karena terus tumbuhnya industri e-commerce di Indonesia.

Jual beli online saat ini semakin diminati masyarakat. Selain bermunculannya toko online besar seperti grup Lazada atau marketplace online seperti Tokopedia, transkasi online juga banyak terjadi lewat media sosial seperti Facebook.

Jika Anda sedang mencari peluang bisnis dan ingin tahu layanan kurir apa saja yang membuka kesempatan menjadi mitra mereka, daftar berikut bisa dijadikan referensi.

1. JNE
JNE merupakan salah satu perusahaan jasa pengiriman terbesar dan dikabarkan akan segera melakukan IPO. Untuk menjadi mitra JNE syaratnya antara lain harus memiliki badan hukum dan lokasi dengan lapang parkir minimal menampung satu mobil.

2. WAHANA
Selain disyaratkan bisa diakses kendaraan roda empat, lokasi calon agen juga akan disurvei oleh tim Wahana. Calon mitra juga akan diminta copy NPWP, SIUP, Akte Pendirian Perusahaan, sebagai persyaratan administratif.

3. RPX
Agen akan menjadi representatif RPX satu-satunya di kota yang telah ditentukan. Kerjasama akan meliputi layanan pengiriman door-to-door domestik dan internasional.

4. REX
Selain memiliki badan hukum dan lokasi strategis, mitra juga disyaratkan memiliki minimal satu motor dan satu mobil operasional. Agen juga minimal punya 4 pegawai untuk OPS, CS, IT, dan Admin.

5. CAHAYA LOGISTIK
Dengan biaya administrasi keagenan sebesar Rp 750.000 anda sudah bisa menjadi mitra Cahaya Logistik. Selain koneksi internet yang memadai, agen juga minimal memiliki 1 unit komputer / laptop dengan spesifikasi Processor Pentium 4, Memory 1GB, dan HDD 80GB.