Archive for November, 2008

  • International Franchise Expo, US

    0

    International Franchise Association (IFA) didukung oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat akan mengadakan International Franchise Expo ke-18 di Walter E. Washington DC, Amerika Serikat pada tanggal 20-22 Maret 2009. Pameran berskala internasional ini merupakan International Buyers Program (IBP) dari IFA dan mendapat dukungan dari lebih dari 150 Kedubes AS di seluruh dunia. Untuk informasi lebih lanjut hub:Alisa Harrison atau Laura Fenwick (IFA Media Relations) Telp. 202-628-8000, email: aharrison@franchise.org or lfenwick@franchise.org.

  • T2 (Tika dan Tiwi)

    0

    Duo yang tengah naik daun

    T2 adalah nama grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 2007. T2 adalah singkatan yang diambil dari nama dua vokalisnya yaitu Tika dan Tiwi. Keduanya adalah jebolan Akademi Fantasi Indosiar (AFI) 2005. Meski keduanya tak menjadi juara (Tika berada di posisi kesembilan sementara Tiwi berada di posisi ketujuh), tapi penampilan mereka kini cukup dikenal dan diingat masyarakat.

    Album perdana mereka, Ok yang populer lewat judul lagu yang sama, sukses meraih perhatian dan minat pendengar musik Indonesia. Asal tahu saja, album perdana yang dirilis 2007, itu menyabet penghargaan Platinum Award, dengan jumlah penjualan per Mei 2008 menembus 125 ribu kopi dan RBT 734 ribu.

    Setelah meraup untung di album pertama lalu kapan T2 akan me-launching album berikutnya. Saat ditemui di sebuah studio di kawasan Cawang, T2 menyatakan, dalam waktu dekat ini album keduanya akan segera beredar. Pasalnya, album kedua mereka tengah dalam penggarapan. “Untuk album kedua alhamdulillah persiapannya sudah 50%, tinggal beberapa lagu lagi. Do’akan saja cepat selesai dan awal tahun 2009 sudah bisa launching,” jelas duo yang baru-baru ini kecewa atas gagal manggungnya Rihanna bukan saja karena mereka telah membeli tiket tapi karena memang juga ngefans dengan Rihanna.

    Masih soal album barunya. Ketika ditanya kenapa kok agak lama album barunya dirilis. T2 menjelaskan bahwa mereka disibukkan oleh banyak manggung dan pilih-pilih lagu juga menjadi sebab lambatnya album kedua rampung. Konon, album kedua ini agak sedikit berbeda dengan album perdana mereka yang terkesan agak centil.

    “Kita ingin album kedua ini bisa masuk ke semua sektor/segmen pasar, kalau lagu oke itu kan ABG banget ya. Perubahan musikalitasnya aja, tanpa merubah ciri khas T2,” jelas Duta Anti Pembajakan ini tentang album barunya.

    Menikah
    Ditengah puncak karir yang tengah bersinar terang. Tika salah dari duo T2 konon kabarnya akan menikah dalam waktu dekat ini. Sudah sejauh mana sebenarnya hubungan keduanya. Saat dikonfirmasi akan hal ini Tika meyatakan bahwa antara dirinya dan sang kekasih Triajie sudah cukup serius. “keluarga kita sudah saling mengenal dan ini sudah keputusan kita. Tepatnya belum tahu tapi yang pasti tahun depan. Lamaran sudah Oktober kemarin,” jelas Tika.

    Lalu apa Tika tidak takut kalau nanti penggemarnya bakalan kecewa lalu meninggalkan T2. “aku sih tidak khawatir ya, kalau memang fans T2 itu benar-benar suka pada lagu-lagu T2 mereka tidak akan pergi,” jelas Tika dara kelahiran 5 April 1986.

    Sementara Tiwi yang mengaku masih lama untuk menuju ke arah sana(pelaminan), mendukung dan senang atas keputusan Tika yang akan segera berkeluarga. Apa Tiwi belum punya calon? “Orangnya ada cuma aku belum kepikiran untuk kesana,” jelas Tiwi rekan Tika dalam T2.

  • Zivanna Letisha Siregar

    0

    zizi 148x300 Zivanna Letisha SiregarPeluang ke dunia lain menjadi semakin terbuka

    Anda tentu tahu dengan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Yayasan Puteri Indonesia (YPI), acara ajang rutin tahunan yang menjadikan 3B sebagai paramenter penilainnya, yaitu Kecerdasan (Brain), Penampilan Menarik (Beauty) dan Perilaku baik (Behavior). Pemenang di ajang tersebut diberi kesempatan dikirim ke ajang internasional yaitu Miss Universe, Miss Asia Pacific International, dan Miss International.

    Adalah pemilihan Puteri Indonesia 2008 yang baru beberapa bulan lalu Malam Grand Finalnya dihelat, tepatnya pada hari Jum’at, 15 Agustus 2008, di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Diikuti oleh 38 orang finalis yang mewakili 33 propinsi diseluruh Indonesia, akhirnya pada malam itu disaksikan oleh lebih kurang 2000 hadirin menobatkan Zivanna Letisha Siregar sebagai Puteri Indonesia 2008.

    Zizi, begitu puteri pertama dari tiga bersaudara pasangan Aswan Siregar dan Sandy Myriasandra biasa disapa, saat ini masih tercatat sebagai Mahasiswi semeter 2 Fakultas ekonomi di Universitas Indonesia. Pemilik tinggi badan 176 ini pada awalnya ragu untuk mengikuti ajang Puteri Indonesia 2008. Salah satu alasannya karena usianya masih terlalu muda. Namun keraguan itu menjadi sirna ketika teman-temanya banyak yang mendorong untuk ikut.

    “Dulu saat aku masih duduk di bangku SMP, aku melihat tayangan Miss Universe kok oke banget. Waktu itu tidak ada perasaan apa-apa, sampai akhirnya SMA dan mulai kuliah teman-teman banyak yang nyuruh untuk ikutan Putri Indonesia. Aku ragu tapi banyak yang mendukung saya, jadinya maju terus dan Alhamdulillah bisa sampai puncak,” kenang Zizi saat ditemui dalam kesibukannya di Taman Sari saat Filates.

    Kegiatan perdana yang dilalui Zizi sebagai Putri Indonesia, adalah memperkenalkan diri selaku pemenang Putri Indonesia 2008 ke Fauzi Bowo, sebagai asal pemilihan Jakarta, lalu pada hari berikut bersama Miss Universe Dayana Mendoza melakukan tour 11 hari ke beberapa kota di Indonesia.

    Konsen mempersiapkan diri ke ajang berikutnya
    Setelah menjadi pemenang Putri Indonesia 2008, kegiatan wanita cantik berdarah Batak-Sunda ini adalah mengikuti segala program yang telah ditentukan oleh pihak Yayasan Putri Indonesia. Selama satu tahun dia diberi berbagai pembekalan yang telah diatur jadwalnya.

    “Saya terima jadwal untuk kegiatan saya perbulan untuk menjalani kegiatan mulai Senin sampai Jumat. Kadang-kadang kalau ada jadwal keluar kota Sabtu- Minggu juga terpakai. Setiap hari saya kesini untuk berbagai perawatan, berbagai pembekalan general knowledge, current issue, pendalaman bahasa inggris. Semua dilakukan persiapan untuk miss Universe tahun depan,” terangnya.

    Disinggung soal apa cita-citanya dan akan menjadi apa setelah ini, Zizi yang banyak menghabiskan masa belajarnya dari TK sampai SMA di Al-Izhar Pondok Labu, mengaku pada dasarnya saya ingin bergelut di dunia bisnis sesuai jurusan kuliah yang diambil, ekonomi. Tapi setelah dirinya berada di posisi saat ini tidak menutup kemungkinan lain, sebab peluangnya untuk ke dunia lain menjadi semakin terbuka.

    “Cuma karena saya sudah berada di sini maka peluang saya untuk kedunia lain pun menjadi semakin terbuka lebar, jadi saya tidak mau menutup pikiran saya, saya mematok mau jadi apa, jadi apa. Ya lihatlah nanti setelah saya jalanin ini,” jelas wanita yang baru saja menamatkan sebuah buku karya Mitch Albom itu.

    Wanita kelahiran Jakarta 16 Februari 1989 ini memiliki motto sederhana tapi penuh makna, selalu positive thinking. Karena konon dari sikapnya yang selalu positive thinking dia berhasil mencapai puncak. “Mimpi itu bagi saya perlu untuk mewujudkan sesuatu. Dengan mimpi mindset itu bisa merubah apa yang kita lakukan,” kenang wanita yang punya hobi jalan-jalan dan nonton ini menutup pembicaraan. Selamat deh Zi, mau mimpi juga ah…

  • Andien

    0

    andien2 200x300 AndienDari musik jazz ke pasar ikan

    Saat ini banyak artis tanah air yang terjun ke dunia bisnis. Alasan mereka pun beragam ada yang karena aji mumpung, hanya ikut-ikutan, ada peluang dan atau sebagai tabungan masa depan kala profesi tak bisa lagi menjadi sandaran. Seperti Andien contohnya. Gadis manis bertubuh mungil pemilik nama lengkap Andini Aisyah Hariadi ini kabarnya telah lama membesut beberapa bisnis.

    Mau tahu apa bisnis yang digarap penyanyi beraliran jazz kelahiran Jakarta, 25 Agustus 1985? Eit… tunggu dulu. Sebelum ngomongin bisnis Andien tidak salah bila ngomongin dulu karir di dunia tarik suara yang melambungkan namanya.

    Di dunia tarik suara sulung tiga bersaudara pasangan Didiek Hariadi dan Henny Sri Hardini ini telah menelurkan tiga buah album dan album keempat dalam waktu dekat akan dilaunch. “Aku sudah punya tiga album dan kini tengan mempersiapkan album keempat sebentar lagi akan dilaunching,” terang Andien saat disambangi ke rumahnya di kawasana Depok. Andien menambahkan album barunya itu akan lebih mature ketimbang album sebelum. Pasalnya, album keempatnya itu adalah album yang digarap kala dirinya tengah menginjak fase keempat dari hidupnya. Konon album pertama Bisikan Hati keluar saat dirinya duduk dikelas tiga SMP, album kedua Kinanti saat duduk di kelas 2 SMU, dan album ketiga Gemintang waktu kuliah, dan sekarang saat dirinya sudah lulus kuliah album keempat muncul. “Pasti akan lebih mature,” ujar jebolan Jurusan Komunikasi Universitas Indonesia (UI) ini menerangkan soal album keempatnya.

    Bisnis Ikan
    Tak hanya pandai menyanyi, gadis berdarah Madura jawa ini pun ternyata pinter dalam berbisnis. Bisnis ikan yang dimiliki Andien adalah Pondok Ikan Gurame dan Pasar Ikan. Andien mengaku bahwa bisnis yang kini melekat dengan namanya itu sebetulnya bukan pure miliknya tapi milik keluarga.

    “Restoran ikan ini bukan bisnis aku murni, ini bisnis keluarga, berawal dari papa mamaku mereka dulu bekerja di bidang akunting mungkin merasa jiwanya tidak disana akhirnya quit dari kerjaan mereka dan akhirnya membuat usaha,” kenang artis yang tengah banyak disibukkan manggung off air ini.

    Darah bisnis yang mengalir dalam tubuhnya berasal dari orang tuanya yang sejak dulu sudah merintis beragam usaha. Tapi tidak jauh dari dunia makanan, seperti warung makan, pabrik tempe, fried chicken dan lain-lain. Andien mengaku dari semuanya itu akhirnya Papah memutuskan untuk mencoba peruntungan di ikan.

    Berawal dari hanya membuka rumah makan Pondok Ikan Gurame di Kalimulya Depok Dua, 1998. Andien kegiahan bergelut dengan “dunia ikan” hingga akhirnya memutuskan untuk berternak ikan.

    “Sampai akhirnya bisnis tuna dan diekspor ke Jepang. Tapi akhirnya mulai harga barang naik dan di Ambon konflik akhirnya kita mundur dari situ,” kenang Andien soal kejayaan bisnisnya.

    Perjalanan belum usai. Setelah melihat keadaan mulai stabil kembali bisnis babak berikutnya dimulai. Dengan memanfaatkan channel yang telah terbangun dibisnis sebelumnya Andien membuka sebuah tempat semacam pelelangan iklan seperti Muara Angke. Dengan kualitas ikan yang dijual bagus, didatangkan langsung dari daerah penghasil ikan bagus dan bila sudah tidak fresh lagi “dibuang” ke pasar.

    Tempat ini ia beri nama pasar ikan, berlokasi Depok kemudian merambah Cinere dan Cibubur. Peminat semakin banyak sampai akhirnya dari pelanggan meminta untuk dimasakkan di tempat.

    “Sampai akhirnya pengunjung banyak yang minta jasa masaknya sekalian, jadi orang bisa bawa ke rumah sudah matang, hingga akhir jadi semacam restoran” kata Andien menjelaskan perjalanan bisnis pasar ikannya.

    Lalu apa peran Andien? Ia mengaku, perannya di bisnis pasar ikan ini cukup besar mulai dari investasi sampai menentukan konsepnya ia terlibat. Tarikan bisnisnya pun bisa dibilang besar Rp 3-4 juta perhari. Menariknya lagi dari 4 cabang yang dimiliki Anda dua diantaranya milik franchisee. “Cabang Cinere dan Cibubur adalah franchise,” aku Andien.

    Bisnis sudah running well, karier nyanyi masih oke. Lalu apa lagi? Saat ditanya kapan menikah Andien mengaku belum terpikir. Tapi masih ada dua obsesi yang masih ia ingin gapai. “Aku ingin karir nyanyiku tetap stabil dan alhamdulillah, hingga kini karir nyanyi masih sangat stabil. Tapi dalam beberapa tahun kedepan aku ingin sekali dapat memakai ilmu aku PR dengan mendirikan sebuah perusahaan yang berkatain dengan itu,” katanya berharap. Oke deh Andien, sukses selalu.

  • Laudya Chintya Bella

    0

    laudya 253x300 Laudya Chintya Bella

    Berbisnis itu menyenangkan

    Laudya Chintya Bella, dara imut kelahiran Bandung, 24 Februari 1988, memulai karirnya di jagad intertainment sebagai model dan bintang iklan sebelum akhirnya berkecimpung di dunia akting. Peran memikat Bella, begitu biasa disapa, dalam film Virgin sebagai Biyan melambungkan namanya sebagai aktris muda berbakat.

    Tak hanya film Virgin, film-film berikut yang dibintangi Bella diantaranya Cinta Remaja, Lentera Merah dan Bukan Bintang Biasa mendulang sukses. Kemahirannya dalam berakting terbukti dari beberapa penghargaan yang pernah diraihnya turut mengukuhkan eksistensinya sebagai artis muda berbakat. Seperti nominasi artis utama perempuan terbaik Festival Film Indonesia (FFI), aktris terpuji pada Festival Film Bandung (FFB) 2004, dan aktris paling top versi SCTV Awards 2006.

    Sementara dalam layar kaca Bella pernah membintangi Senandung Masa Puber, Juragan Jengkol dan teranyar yang masih diputar di layar kaca sinetron Cinta Bunga. “Saya baru selesai syuting Cinta Bunga dan akan mempersiapkan syuting Cinta Bunga II dan insya Allah bakalan di Film,” ujarnya kepada Majalah Info Franchise, di sela-sela pameran franchise JHCC 2008.

    Berbisnis Butik

    Meski kesibukannya sebagai selebritis cukup padat, Bella masih menyempatkan dirinya untuk belajar yang diluar dunianya. Apakah itu? Bisnis, ya kini Bella tengah belajar untuk berbisnis. “Aku sendiri sekarang sedang belajar bisnis. Karena bisnis itu menurutku menyenangkan,” kata pehobi somay Bandung ini menjelaskan alasannya berbisnis.

    Lalu bisnis apa yang akan dibesut Bella? Menurut Bella, dalam waktu dekat ini dirinya akan membuka sebuah Butik yang diberi nama Laudya. Butiknya nanti akan menjual berbagai macam perlengkapan mulai dari perlengkapan anak-anak sampai orang dewasa. “Tas ada, belt ada, kemeja cowo ada, macam-macam, kalau dari umur berapa sampai berapa sudah tidak ketakar ya,” jelas mantan kekasih Ananda Mikola.

    Ketertarikan Bella akan dunia bisnis yang dibangunnya yaitu butik dikarenakan hobi sebagai seorang wanita yang cenderung suka belanja. “kenapa butik, karena aku suka belanja.” Jelasnya.

    Ketika ditanya kapan Laudya Butik miliknya akan launching, Bella menjelaskan dalam waktu dekat, tapi sayangnya lokasi yang tepat belum ia dapatkan. Bagi Bella lokasi adalah hal yang sangat menentukan dalam keberhasilan sebuah bisnis, dan mencari lokasi itu feeling-feelingan. “Menurut aku cari tempat itu feeling-feelingan. Sudah beberapa hari ini Karena saya syuting terus, maka setiap hari minggu pasti saya cari tempat.”

    Menariknya lagi butiknya ini akan ia disain sendiri meski dirinya mengaku tidak jago mendisain. Baik deh, semoga sukses Bella.

  • Arzetti Bilbina

    2

    Business is my blood
    arzetti bilbina 211x300 Arzetti Bilbina
    Arzetti Bilbina, wanita wanita cantik kelahiran Lampung, 4 September 1974 adalah seorang peragawati top di Indonesia. Mengawali karir sebagai model ketika berusia 14 tahun, namanya terus menanjak sampai akhirnya menjadi salah satu selebritis terkenal. Kepandaiannya tidak hanya berlenggak-lenggok di catwalk, tetapi juga dibuktikan di rumah tangga, akting dan bisnis. “Saya masuk ke sinetron mulai 1999,” katanya kepada Majalah Info Franchise.

    Sekedar mengingatkan ada beberapa film, sinetron dan iklan yang pernah dilakoni Arzeetti. Diantaranya adalah FTV “Ajari Aku Cinta” dan sinetron “Romantika”. Bahkan, dia pun pernah mendukung film yang diilhami oleh bom Bali berjudul “Angels Cry”. Sedangkan untuk iklan Arzetti pernah menjadi Duta ASI serta menjadi model iklan produk permen Woods.

    Tak heran melihat kiprahnya yang segudang, pemilik nama lengkap Arzetti Bilbina Huzaimi Setiawan ini termasuk wanita serba bisa. Bisa memainkan beberapa profesi sekaligus; ibu rumah tangga, bintang film, bintang sinetron, pengajar modelling, pebisnis dan penulis buku. Buku baru Arzetti yang sudah ditulis dan beredar dipasar berjudul “Model Portfolio, Semua Yang Perlu Kamu Tahu Untuk Jadi Model”. Buku setebal 100 halaman lebih tersebut berisi beberapa cara untuk menjadi model top berikut kisah nyatanya saat menjadi model.

    “Kesibukan saya sekarang selain mengurus keluarga adalah menjadi presenter Upclose and Personal di Metro TV, juri Mamamia Show, keliling promosi buku dan mengurus sekolah Kawanku Modeling and Entertainment Class,” ujarnya.

    Menikah pada 2004 dengan seorang pangusaha bernama Aditya Setiawan, Arzetti kini telah memiliki tiga putra-putri, Bagas, Dimas dan Gendis.

    Sehari-hari makanannya bisnis
    Dimata Arzetti, bisnis sudah mendarah daging dalam dirinya. Maklum saja darah bisnis itu tertularkan dari sang ibu yang kelahiran Padang. Arzetti kecil, setiap lebaran atau puasa sudah sering berdagang. Pernah berdagang roti es bahkan sampai petasan. “Kalau aku dikasih Ibu modal Rp 250 dengan berjualan es roti bisa jadi Rp 400 sehingga untungnya Rp 150. Jadi dari dulu memang sudah senang dagang. Semua-semua mau didagangin, karena kita Padang kali ya,” katanya sumringah.

    Berbekal darah bisnis sudah mengental dalam diri Arzetti maka setiap dia melangkah dan ingin bergiat di bisnis umumnya tidak mengalami kendala berarti. Dan itu sudah dibuktikannya. Bisnis-bisnis yang dikelolanya umumnya berjalan sukses.

    Sebut saja bisnis toko garment Adiba Collection yang berada di Tanah Abang Blok A. Meski ia disibukkan dengan dunia keartisan sampai sekarang masih berjalan. Belum lagi bisnis-bisnisnya yang lain seperti Zema Management yang bergerak di manajemen artis dan sekolah modelling Kawanku Modeling & Entertainment Class yang sudah berjalan hampir 4 tahun berpartner dengan Gramedia.

    Sejatinya, ngomongin real bisnis dengan Arzetti ibarat mur dan baut. Sangat klop. Sebab , Arzetti memang bukan orang baru di bisnis karena sehari-hari makanannya memang bisnis. “Kita memang sudah punya real bisnis dari dulu. Sehari-hari makanan kita ya bisnis,” pungkasnya.

  • Lenna Tan

    0

    lenna tan 200x300 Lenna Tan    I love franchise

    Bagi Anda para pencinta olah raga khususnya sepak bola tentu sudah cukup familiar dengan nama artis yang satu ini, Lenna Tan. Pasalnya, Lenna begitu ia biasa disapa, kerap kali tampil dilayar kaca Anda membawakan program acara sepak bola dan acara lain. “Saat ini saya lagi megang empat program; Insert Pagi, Highlight Liga Inggris, Preview Liga Inggris dan Kabar Arena,” terang wanita yang kini tengah menekuni salsa sebagai hobi barunya.

    Lenna, wanita kelahiran Jakarta, 29 April 1981 ini mengawali karier dari dunia model dan iklan sebelum terjun ke sinetron dan presenter. Ketika itu tahun 1995 saat usianya 14 tahun secara tak sengaja Lenna didaftarkan temannya untuk ikut pemilihan Cover Girls Majalah Aneka. Lenna si gadis tomboy, kala itu sebenarnya tidak terlalu tertarik tapi apa nyana namanya masuk unggulan.

    Dari sanalah lantas kariernya di dunia entertainment berawal yang dimulai dari menjadi model untuk fashion show dan pemotretan. Kenyang berkiprah di modeling pada 2002 Lenna memasuki dunia sinetron lewat sinetron perdananya yang berjudul “Setetes Embun”. Di sinetron tersebut ia berperan sebagai sekretaris aktor Jeremy Thomas. Dan ternyata akting Lenna mendapat banyak pujian. Alhasil tawaran sinetron lain pun kemudian berdatangan. Sinetron-sinetron yang telah dibintangi Lenna antara lain: Pinokio, Peri Biru, Metropolis 1 & 2, Cowok-cowok keren dan Fitri Buah Hatiku.

    Saat ditemui Majalah Info Franchise di lokasi pemotretan untuk sebuah acara salah satu stasiun TV swasta di kawasan Pondok Pinang. Lenna mengaku, saat ini ia tidak berani mengambil job terlalu banyak. Pasalnya, dunia presenter yang menjadi fokusnya sekarang sudah cukup padat. “Kemarin ini aku sempat megang 8 program untuk presenter, maka waktunya tidak ada. Dan terakhir masih main untuk Astro TV Kabel,” ujarnya beralasan.

    Bagi Lenna, menjadi presenter di banyak program acara banyak pengalamannya. Salah satunya yang menarik dan lucu adalah saat dirinya menjadi presenter untuk meliput acara pertandingan badminton di GOR. Ketika itu ketika mau take house kakinya terselip tangga GOR hingga kesakitan. “Terpaksa take house pun tetap dilakukan meski kakinya merasa sakit nyut-nyutan,” kisahnya.

    Lantas, selain menggeluti dunia entertainmet apakah juga akan berbisnis? “Aku belum terpikir secara serius memulai untuk berbisnis,” ungkap Putri pasangan Kwee Tjin Hu dan Tan Sin Moy ini. Alasannya, ia melihat bisnis masih sekedar opportunity sehingga belum terpikir untuk lebih serius. “Tapi nanti ada tujuan ke arah sana,” imbuh pehobi renang ini.

    Lenna mengaku, bila suatu saat menggeluti bisnis ia ingin membuat Coffee Shop karena memang sukanya di situ. Meski demikian hal itu masih sebatas angan-angan. Ketika ditanya apakah ingin membuka franchise? Lenna menjawab, bisa saja. Namun demikian baginya yang terpenting ketika mau usaha entah itu buka sendiri atau franchise adalah lokasi. “Kalau lokasinya sudah strategis dan kita sudah menyajikan sesuatu yang disukai publik itu sebenarnya kan lebih mudah. Bagaimana kita meng-create promosi, dan soal franchise sendiri pun tidak ada masalah karena memang Aku suka franchise,” pungkasnya. Ok deh mbak, semoga angan-angannya terlaksana.

Page 1 of 3123»