Siapa tidak mengenal Sarah Azhari. Artis blesteran Indonesia-Afghanistan ini sudah sangat popular di jagad selebritis tanah air. Selain karena kecantikan dan keseksiannya, Sarah terkenal sebagai artis yang serba bisa. Mulai dari bintang sinetron, model, penyanyi dan bintang iklan.
Sinetron pertamanya berjudul Pedang Keadilan. “Pedang Keadilan itu adalah sinetron pertama aku. Tapi sebelum main sinetron itu aku juga sudah jadi bintang tamu di komedi-komedi di lama seperti Lili-Lala,”terangnya.
Setelah itu menyusul beberapa sinetron-sinetron lain. Total sudah puluhan sinetron dibintanginya. Meski demikian, ada tiga judul sinetron yang berperan besar melambungkan nama Sarah di blantika selebritis Indonesia yakni Senja Makin Merah, Maafkan Daku Bila Mencintaimu dan Daun di Atas Bantal. “Aku mulai tenar pas membintangi tiga sinetron itu,” ungkap perempuan kelahiran tahun 1978 ini.
Selain sinetron, adik kandung dari artis Ayu Azhari ini juga tak kalah sukses sebagai penyanyi dan model iklan sebuah produk. Album perdananya yang berjudul Peluk Aku Cium Aku pada 1998 sempat meledak di pasaran. Penjualan albumnya sempat menembus ratusan ribu copy. Pun demikian dengan iklan, berbagai iklan produk pernah di endors-nya.
Sarah mengaku, terjun di dunia keartisan diawalinya secara tidak sengaja dan dari nol, ketika masih berusia 12 tahun. Dimulai dari model untuk foto-foto majalah remaja. “Ketika sedang jalan di mal, tiba-tiba ada talent yang nawari saya untuk casting,” kenangnya. Dari situ, lama kelamaan ia semakin serius dan betah berkecimpung di dunia selebritis.
Ikon The Auto Bridal
Menjadi ikon tidak hanya sekedar bintang iklan tetapi juga sebagai figur yang mewakili produk yang dibawakannya. Sebab itu, seorang ikon harus mengerti dan menjiwai produknya.
Dan itu juga yang dialami Sarah Azhari. Sejak menjadi ikon The Auto Bridal pada 2004, Sarah semakin paham tentang bisnis franchise, khususnya jasa cuci mobil dan salon mobil. Makanya, ketika ditanya tentang bisnis franchise Sarah sangat mendukungnya. Bahkan, ia terobsesi ingin memiliki bisnis franchise seperti The Auto Bridal. “Aku sangat mendukung ada franchise. Kalau aku ada lahan dan cukup modal kenapa tidak bisnis kaya gini,” papar artis yang kini juga sedang disibukkan dengan nyanyi dan syuting komedi di Lativi ini.
Diakui Sarah, menjadi bintang sinetron, model iklan atau penyanyi kadang-kadang musiman. kadang ada di bawah, kadang fine-fine aja. Sebab itu, untuk masa depan ia ingin ada pegangan. Selain terus melanjutkan kuliah di benaknya terpikir juga untuk menggeluti suatu bisnis.” Aku sih pengennya punya bisnis juga untuk hari depan aku. Karena untuk main pesinetron atau jadi model, atau jadi penyanyi kadang-kadang musiman walaupun tidak ada habisnya,” terang artis yang juga mahasiswi tingkat akhir Universitas Paramadina ini.
Mengenai kapannya? Sarah tidak bisa memastikan karena sekarang ini ia masih fokus di dunia hiburan. Prinsip Sarah, berbisnis terutama di franchise itu tidak bisa dipaksakan, dan bila mau pun juga harus jangan setengah-setengah. “Jadi aku juga kalau beli franchise tidak mau setengah-setengah, kalau belum siap ngapain dipaksain,” pungkasnya penuh semangat.



