Zivanna Letisha Siregar

Peluang ke dunia lain menjadi semakin terbuka

Anda tentu tahu dengan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Yayasan Puteri Indonesia (YPI), acara ajang rutin tahunan yang menjadikan 3B sebagai paramenter penilainnya, yaitu Kecerdasan (Brain), Penampilan Menarik (Beauty) dan Perilaku baik (Behavior). Pemenang di ajang tersebut diberi kesempatan dikirim ke ajang internasional yaitu Miss Universe, Miss Asia Pacific International, dan Miss International.

Adalah pemilihan Puteri Indonesia 2008 yang baru beberapa bulan lalu Malam Grand Finalnya dihelat, tepatnya pada hari Jum’at, 15 Agustus 2008, di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Diikuti oleh 38 orang finalis yang mewakili 33 propinsi diseluruh Indonesia, akhirnya pada malam itu disaksikan oleh lebih kurang 2000 hadirin menobatkan Zivanna Letisha Siregar sebagai Puteri Indonesia 2008.

Zizi, begitu puteri pertama dari tiga bersaudara pasangan Aswan Siregar dan Sandy Myriasandra biasa disapa, saat ini masih tercatat sebagai Mahasiswi semeter 2 Fakultas ekonomi di Universitas Indonesia. Pemilik tinggi badan 176 ini pada awalnya ragu untuk mengikuti ajang Puteri Indonesia 2008. Salah satu alasannya karena usianya masih terlalu muda. Namun keraguan itu menjadi sirna ketika teman-temanya banyak yang mendorong untuk ikut.

“Dulu saat aku masih duduk di bangku SMP, aku melihat tayangan Miss Universe kok oke banget. Waktu itu tidak ada perasaan apa-apa, sampai akhirnya SMA dan mulai kuliah teman-teman banyak yang nyuruh untuk ikutan Putri Indonesia. Aku ragu tapi banyak yang mendukung saya, jadinya maju terus dan Alhamdulillah bisa sampai puncak,” kenang Zizi saat ditemui dalam kesibukannya di Taman Sari saat Filates.

Kegiatan perdana yang dilalui Zizi sebagai Putri Indonesia, adalah memperkenalkan diri selaku pemenang Putri Indonesia 2008 ke Fauzi Bowo, sebagai asal pemilihan Jakarta, lalu pada hari berikut bersama Miss Universe Dayana Mendoza melakukan tour 11 hari ke beberapa kota di Indonesia.

Konsen mempersiapkan diri ke ajang berikutnya
Setelah menjadi pemenang Putri Indonesia 2008, kegiatan wanita cantik berdarah Batak-Sunda ini adalah mengikuti segala program yang telah ditentukan oleh pihak Yayasan Putri Indonesia. Selama satu tahun dia diberi berbagai pembekalan yang telah diatur jadwalnya.

“Saya terima jadwal untuk kegiatan saya perbulan untuk menjalani kegiatan mulai Senin sampai Jumat. Kadang-kadang kalau ada jadwal keluar kota Sabtu- Minggu juga terpakai. Setiap hari saya kesini untuk berbagai perawatan, berbagai pembekalan general knowledge, current issue, pendalaman bahasa inggris. Semua dilakukan persiapan untuk miss Universe tahun depan,” terangnya.

Disinggung soal apa cita-citanya dan akan menjadi apa setelah ini, Zizi yang banyak menghabiskan masa belajarnya dari TK sampai SMA di Al-Izhar Pondok Labu, mengaku pada dasarnya saya ingin bergelut di dunia bisnis sesuai jurusan kuliah yang diambil, ekonomi. Tapi setelah dirinya berada di posisi saat ini tidak menutup kemungkinan lain, sebab peluangnya untuk ke dunia lain menjadi semakin terbuka.

“Cuma karena saya sudah berada di sini maka peluang saya untuk kedunia lain pun menjadi semakin terbuka lebar, jadi saya tidak mau menutup pikiran saya, saya mematok mau jadi apa, jadi apa. Ya lihatlah nanti setelah saya jalanin ini,” jelas wanita yang baru saja menamatkan sebuah buku karya Mitch Albom itu.

Wanita kelahiran Jakarta 16 Februari 1989 ini memiliki motto sederhana tapi penuh makna, selalu positive thinking. Karena konon dari sikapnya yang selalu positive thinking dia berhasil mencapai puncak. “Mimpi itu bagi saya perlu untuk mewujudkan sesuatu. Dengan mimpi mindset itu bisa merubah apa yang kita lakukan,” kenang wanita yang punya hobi jalan-jalan dan nonton ini menutup pembicaraan. Selamat deh Zi, mau mimpi juga ah…

Andien

Dari musik jazz ke pasar ikan

Saat ini banyak artis tanah air yang terjun ke dunia bisnis. Alasan mereka pun beragam ada yang karena aji mumpung, hanya ikut-ikutan, ada peluang dan atau sebagai tabungan masa depan kala profesi tak bisa lagi menjadi sandaran. Seperti Andien contohnya. Gadis manis bertubuh mungil pemilik nama lengkap Andini Aisyah Hariadi ini kabarnya telah lama membesut beberapa bisnis.

Mau tahu apa bisnis yang digarap penyanyi beraliran jazz kelahiran Jakarta, 25 Agustus 1985? Eit… tunggu dulu. Sebelum ngomongin bisnis Andien tidak salah bila ngomongin dulu karir di dunia tarik suara yang melambungkan namanya.

Di dunia tarik suara sulung tiga bersaudara pasangan Didiek Hariadi dan Henny Sri Hardini ini telah menelurkan tiga buah album dan album keempat dalam waktu dekat akan dilaunch. “Aku sudah punya tiga album dan kini tengan mempersiapkan album keempat sebentar lagi akan dilaunching,” terang Andien saat disambangi ke rumahnya di kawasana Depok. Andien menambahkan album barunya itu akan lebih mature ketimbang album sebelum. Pasalnya, album keempatnya itu adalah album yang digarap kala dirinya tengah menginjak fase keempat dari hidupnya. Konon album pertama Bisikan Hati keluar saat dirinya duduk dikelas tiga SMP, album kedua Kinanti saat duduk di kelas 2 SMU, dan album ketiga Gemintang waktu kuliah, dan sekarang saat dirinya sudah lulus kuliah album keempat muncul. “Pasti akan lebih mature,” ujar jebolan Jurusan Komunikasi Universitas Indonesia (UI) ini menerangkan soal album keempatnya.

Bisnis Ikan
Tak hanya pandai menyanyi, gadis berdarah Madura jawa ini pun ternyata pinter dalam berbisnis. Bisnis ikan yang dimiliki Andien adalah Pondok Ikan Gurame dan Pasar Ikan. Andien mengaku bahwa bisnis yang kini melekat dengan namanya itu sebetulnya bukan pure miliknya tapi milik keluarga.

“Restoran ikan ini bukan bisnis aku murni, ini bisnis keluarga, berawal dari papa mamaku mereka dulu bekerja di bidang akunting mungkin merasa jiwanya tidak disana akhirnya quit dari kerjaan mereka dan akhirnya membuat usaha,” kenang artis yang tengah banyak disibukkan manggung off air ini.

Darah bisnis yang mengalir dalam tubuhnya berasal dari orang tuanya yang sejak dulu sudah merintis beragam usaha. Tapi tidak jauh dari dunia makanan, seperti warung makan, pabrik tempe, fried chicken dan lain-lain. Andien mengaku dari semuanya itu akhirnya Papah memutuskan untuk mencoba peruntungan di ikan.

Berawal dari hanya membuka rumah makan Pondok Ikan Gurame di Kalimulya Depok Dua, 1998. Andien kegiahan bergelut dengan “dunia ikan” hingga akhirnya memutuskan untuk berternak ikan.

“Sampai akhirnya bisnis tuna dan diekspor ke Jepang. Tapi akhirnya mulai harga barang naik dan di Ambon konflik akhirnya kita mundur dari situ,” kenang Andien soal kejayaan bisnisnya.

Perjalanan belum usai. Setelah melihat keadaan mulai stabil kembali bisnis babak berikutnya dimulai. Dengan memanfaatkan channel yang telah terbangun dibisnis sebelumnya Andien membuka sebuah tempat semacam pelelangan iklan seperti Muara Angke. Dengan kualitas ikan yang dijual bagus, didatangkan langsung dari daerah penghasil ikan bagus dan bila sudah tidak fresh lagi “dibuang” ke pasar.

Tempat ini ia beri nama pasar ikan, berlokasi Depok kemudian merambah Cinere dan Cibubur. Peminat semakin banyak sampai akhirnya dari pelanggan meminta untuk dimasakkan di tempat.

“Sampai akhirnya pengunjung banyak yang minta jasa masaknya sekalian, jadi orang bisa bawa ke rumah sudah matang, hingga akhir jadi semacam restoran” kata Andien menjelaskan perjalanan bisnis pasar ikannya.

Lalu apa peran Andien? Ia mengaku, perannya di bisnis pasar ikan ini cukup besar mulai dari investasi sampai menentukan konsepnya ia terlibat. Tarikan bisnisnya pun bisa dibilang besar Rp 3-4 juta perhari. Menariknya lagi dari 4 cabang yang dimiliki Anda dua diantaranya milik franchisee. “Cabang Cinere dan Cibubur adalah franchise,” aku Andien.

Bisnis sudah running well, karier nyanyi masih oke. Lalu apa lagi? Saat ditanya kapan menikah Andien mengaku belum terpikir. Tapi masih ada dua obsesi yang masih ia ingin gapai. “Aku ingin karir nyanyiku tetap stabil dan alhamdulillah, hingga kini karir nyanyi masih sangat stabil. Tapi dalam beberapa tahun kedepan aku ingin sekali dapat memakai ilmu aku PR dengan mendirikan sebuah perusahaan yang berkatain dengan itu,” katanya berharap. Oke deh Andien, sukses selalu.