Peluang Usaha Franchise Nasi Uduk Gondangdia

nasi_uduk_gondang_diaSiapa tidak kenal nasi uduk? Resep nasi uduk yang lezat banyak disuka sebagai menu sarapan pagi. Meski begitu, sekarang nasi uduk bisa disantap kapan saja.

Karena banyak disuka, nasi uduk ternyata menjadi peluang bisnis yang besar. Salah satu yang sukses mengembangkannya adalah Nasi Uduk Gondangdia. Boleh jadi, dengan menu lauk yang bervariasi, gengsi nasi uduk juga ikut meningkat.

Tak heran, usaha yang sudah dirintis sejak 1993 ini kemudian ditawarkan dalam bentuk peluang usaha pada 2007. Tahun berikutnya, bahkan sudah ditawarkan dalam kerjasama model franchise.

Jika anda tertarik bisnis franchise nasi uduk, silakan mengunjungi website mereka di http://www.nasiudukgondangdia.com

Atau untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Nasi Uduk Gondangdia
Jl. Cikini IV No. 8A, jalan kecil di sebelah jembatan kereta api.
Telp : (021) 9856 6400
fax : (021) 3193 5131
Hotline : 081807496863

Mengapa Tingkat Kegagalan Bisnis Franchise Tinggi?

waralaba_franchiseTingkat Kegagalan Bisnis Waralaba Indonesia Masih Tinggi. Demikian laporan yang ditulis Harian Kontan. Sebabnya, antara lain karena ingin mencari untung yang terburu-buru, baik franchisor maupun franchisee.

JAKARTA. Tingkat kegagalan yang dialami oleh pewaralaba (franchisor) dan terwaralaba (franchisee) di Indonesia terbilang tinggi. Menurut Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Amir Karamoy, di Indonesia, tingkat kegagalan franchisee bisa mencapai 50%, sedangkan franchisor yang tutup mencapai 30%.

Menurut Amir, ada bebrapa hal yang menyebabkan kegagalan tersebut. “Para franchisor cenderung terlalu terburu-buru untuk memutuskan gerainya akan diwaralabakan,” katanya. Padahal, menurut Amir, sistem organisasinya belum terlalu solid dan matang, karena ingin mencari untung segera memutuskan untuk menjual.

Sedangkan para franchisee, cenderung “cuek”, karena merasa sistem kerjanya sudah diatur oleh franchisor. “Kalau perlu franchisee juga harus memiliki jabatan di gerainya sendiri, sebagai brand manager misalnya, agar ia juga mengetahui aktivitas dan masalah di lingkungan usahanya,” ungkap Amir.

Selain itu, lanjut Amir, upaya preventif pemerintah dalam mengatur kebijakan bisnis waralaba belum berjalan dengan baik.”Saat ini pemerintah terlalu memudahkan keluarnya izin waralaba, padahal belum tentu para pelaku bisnis tersebut layak mendirikan waralaba,” imbuhnya.

Pertumbuhan usaha waralaba (franchise) di Indonesia diperkirakan semakin pesat di masa mendatang dan sanggup mencapai 10%-15 % per tahun. Hingga saat ini, terdapat setidaknya 1.000 lebih waralaba di Indonesia, dengan 40.000 outlet dan mampu mempekerjakan sekitar 700 ribu hingga 1 juta orang. Jenis usaha waralaba yang paling diminati adalah makanan dan minuman yang mengambil porsi 50% dari total franchise serta jasa pendidikan sekitar 20%.