Archive for the ‘Artikel Franchise’ Category

  • Toni Jack’s Targetkan Buka 6 Gerai

    1
    http://bisnis.vivanews.com/news/read/158612-tahun-ini--toni-jack-s-targetkan-buka-6-gerai

    Perusahaan makanan cepat saji, PT Tony Jack’s Indonesia Family Restaurant menargetkan membuka enam gerai baru selama tahun ini. Saat ini, Tony Jack’s baru membuka 13 gerai, termasuk satu gerai Toni Jack’s Family Restaurant Solo yang baru dioperasikan hari ini.

    Direktur Utama Toni Jack’s Indonesia Family Restaurant, Didit Permana, menuturkan, tahun ini pihaknya menargetkan pembukaan enam gerai baru yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Gerai itu berada di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Malang. » Read the rest of the entry..

  • Konsumsi naik, bisnis ‘franchise’ kian berkembang

    0

    Bisnis waralaba atau franchise memang tengah marak, seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat terutama dalam hal makanan, minuman, minimarket dan obat-obatan.

    Bisnis franchise dinilai lebih mudah bagi kalangan yang ingin berbisnis, terutama yang baru belajar, karena sudah memiliki konsumen dan pasar yang terbuka lebar dengan merek yang diusungnya.

    “Banyak yang menekuni bisnis franchise karena usahanya lebih cepat terbentuk, customer juga sudah ada. Selain itu, market range juga sudah ada. Yang paling utama dari bisnis franchise, bisnisnya sudah punya kepastian,” terang Samuel, franchise development manager. » Read the rest of the entry..

  • AFI: Perguruan tinggi berminat ajarkan waralaba

    0
    http://web.bisnis.com/sektor-riil/ritel-ukm/1id183296.html

    Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan minat perguruan tinggi untuk membuat mata ajaran waralaba makin bertambah, menyusul maraknya pertumbuhan usaha dengan sistem franchise di dalam negeri.

    Anang meyakini minat perguruan tinggi untuk membuat mata ajaran waralaba tersebut sekaligus akan ikut mendorong upaya pemerintah dalam menciptakan wirausahawan di Indonesia.

    “Dengan disusunnya program waralaba di perguruan tinggi berarti para mahasiswa dididik untuk berwirausaha karena kepada mereka diperkenalkan cara berbisnis,” kata Anang hari ini.

    Anang mengatakan biasanya kalangan perguruan tinggi memberikan mata ajaran waralaba untuk mahasiswa yang bernaung di bawah fakultas ekonomi, atau anak didik yang mendalami ilmu perhotelan serta restoran.

    Menurut Anang, kebijakan perguruan tinggi tersebut sejalan dengan perkembangan usaha terkini mengingat saat ini sudah banyak usaha perhotelan, terutama restoran, yang melakukan ekspansi dengan cara waralaba.

    “Bisnis dengan waralaba tersebut juga butuh tenaga manajemen yang mengerti tentang franchise serta cara melakukan promosinya,” kata Anang.

    Untuk itu, AFI juga telah melakukan kerja sama dengan Universitas Petra Surabaya. Peran AFI di sini adalah menyusun program ajaran serta menyediakan tenaga pengajar atau nara sumber yang akan mendidik para mahasiswa di universitas tersebut. Menurut dia, lembaga pendidikan lainnya yang telah membuat mata ajaran waralaba seperti Prasetiya Mulya juga telah menyatakan minatnya untuk melakukan hal sama.

    “Kami mengharapkan tidak hanya swasta yang makin berminat untuk memberikan pendidikan waralaba, tapi juga dari kalangan pemerintah [diharapkan juga menggenjot pendidikan tersebut],” kata Anang.

    Seperti diketahui AFI mencatat di dalam negeri saat ini telah beroperasi sekitar 1.000 waralaba lokal dan lebih dari 200 merek waralaba asing. Jumlah itu, terutama untuk waralaba lokal, diduga akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya minat masyarakat yang semakin tinggi untuk berinvestasi di usaha yang dijalankan dengan sistem waralaba.

    Untuk waralaba lokal, tambahnya, yang banyak tumbuh saat ini adalah jenis usaha restoran, terutama yang menawarkan makanan etnik atau menu daerah yang sudah dikenal masyarakat di wilayah lainnya, seperti masakan dari Jawa tengah, Manado dan Jawa Barat.

  • BNI Kucuri Kredit Waralaba Alfamart

    4

    Bank Negara Indonesia (BNI) memberikan kredit khusus pembiayaan bagi penerima waralaba (franchisee) PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart). Kredit yang disedikan bagi penerima waralaba Alfamart itu mulai dari Rp 300 juta ingga Rp 1 miliar untuk tiap debitur.

    Dengan kerjasama ini, Alfamart memberikan rekomendasi kepada penerima waralaba sehingga kredit dapat diproses dengan lebih mudah dan cepat. Syaratnya calon debitur telah disetujui sebagai penerima waralaba, dan mendapatkan rekomendasi dari Alfamart. » Read the rest of the entry..

  • Buka Gerai Alfamart Rp 250 Juta

    2

    Minat masyarakat membuka gerai minimarket Alfamart terus mengalir. Selama ini, dari total pengajuan yang masuk, rata-rata sekitar 60 persen berhasil lolos.
    Branch Manager Malang PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Tri Prasetyo mengatakan, sejalan dengan potensi pasar jaringan ritel ini, pihaknya menerima ratusan pengajuan masyarakat yang ingin bekerja sama mengembangkan gerai Alfamart. Mereka tersebar di sejumlah daerah di Jatim.

    “Kami memiliki penilaian tersendiri, sehingga tidak semua pengajuan direalisasikan. Selain luasan lahan menjadi pertimbangan, yang terpenting adalah pasar. Sedikitnya jumlah penduduk di sekitarnya 2.000 kepala keluarga,” kata Tri, akhir pekan lalu.

    Ia mengakui, selama ini ada dua jenis gerai yang dioperasikan, yakni jaringan di bawah manajemen Alfamart dan jaringan waralaba yang selama ini memberikan kontribusi sekitar 30 persen.

    Soal investasi, Tri menetapkan, untuk jaringan waralaba besarannya kisaran Rp 250-350 juta di luar lahan. Sedang gerai yang dikelola Alfamart dibutuhkan investasi sekitar Rp 500 juta per gerai.

    “Ke depan, kami akan menggenjot waralaba ini, karena masih banyak wilayah yang belum tergarap, selain permintaan yang terus mengalir,” ujar Tri.

    Ia bahkan mengatakan, dalam ekspansi gerai selalu memperhitungkan potensi pasar di wilayah yang akan dibidik. Untuk pasar yang besar, Alfamart bisa mendirikan dua gerai sekaligus di lokasi yang berdekatan.

    Branch Manager Alfamart Surabaya, Nurcahyo Rahutomo mengakui, tahun ini pihaknya menargetkan membuka 200 gerai baru di Jatim. Gerai itu akan dikelola Cabang Surabaya yang membawahi sembilan kota/kabupaten dan Cabang Malang dengan 29 kota/kabupaten.

    “Sebagian besar menyasar ke daerah-daerah kabupaten. Masing-masing cabang menargetkan ekspansi di 100 titik. Dari jumlah itu, 30 persen jenis waralaba dan 70 persen dikelola sendiri,” ulasnya.

    Dari keseluruhan rencana pembukaan gerai, sekitar 70 persen sudah bisa dipetakan titik mana yang dijadikan lokasi. Sementara, dalam tiga bulan pertama 2010, sekitar 30 gerai sudah dioperasikan.

    Saat ini, Alfamart memiliki 459 outlet di Jatim, terdiri atas 275 outlet dikelola Cabang Malang dan 184 outlet di bawah koordinasi Cabang Surabaya. Di Jatim, Alfamart memiliki dua distribution center (DC), di kawasan Brebek Industri (Sidoarjo) dan Singosari (Malang) yang menopang penyaluran barang ke outlet-outlet.

    Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim Abraham Ibnu menyebut, tahun ini bakal ada 500 gerai minimarket baru. “Pertumbuhan ritel di kota menengah dan kecil justru lebih pesat, meski secara nominal masih kalah dibanding kota besar,” jelasnya.

    Sejumlah minimarket yang akan hadir pada 2010, di antaranya Alfamart dan Indomaret. Sedang midle market, Circle-K, Alfamidi, dan Alfa Express. Per 2009, tercatat ada 1.850 gerai minimarket di Jatim, naik dibanding jumlah gerai pada 2008 yang sebesar 1.236 gerai.

    Untuk hypermarket, lanjut Abaraham, akan ada sekitar 20-25 gerai lagi di Surabaya. ”Nilai transaksi industri ritel tahun ini diperkirakan Rp 13,967 triliun atau naik dari tahun lalu sebesar Rp 11,48 triliun,” imbuhnya.

    Sumber: surya.co.id

  • Transaksi Western Union di Indomaret Capai 1.267 Pengiriman

    0

    Pilihan Western Union untuk terus melebarkan sayap bisnis jasa pengiriman uangnya di Indonesia, terbukti tepat. Menjalin kerjasama dengan Indomaret sejak akhir tahun lalu, Western Union berhasil mencatat prestasi yang lumayan.

    Dalam tiga bulan, Indomaret berhasil mencatatkan transaksi 1.267 pengiriman uang yang dilakukan. » Read the rest of the entry..

  • Bisnis Waralaba Tak Didukung Pemerintah

    0

    Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) menilai bisnis yang bersifat “franchise” (waralaba) di Indonesia kurang didukung oleh pemerintah sehingga perkembangan bisnis ini tidak terlalu pesat.

    “Asosiasi bisnis waralaba ini sudah berdiri sejak 1991 dan pertama di kawasan ASEAN, namun perkembangan bisnis waralaba di Indonesia kalah dengan negara lain,” kata Ketua AFI, Anang Sukandar, di Semarang, Jumat. » Read the rest of the entry..

Page 1 of 512345»