Minat perbankan untuk membiayai usaha waralaba semakin meningkat setelah bisnis jasa itu kini menunjukkan yang cukup positif.
Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Amir Karamoy mengatakan minat perbankan yang berminat memberikan kucuran kredit bagi usaha waralaba kini semakin banyak, karena melihat potensi bisnis tersebut di dalam negeri.
Menurut dia, beberapa bank tercatat telah mengucurkan kreditnya untuk usaha waralaba seperti BRI, Bukopin, Indonesia Eximbank, dan sejumlah bank syariah.
“Sudah banyak perbankan yang memberi kredit untuk usaha waralaba, hanya saja informasinya tidak tersebar dengan baik,” kata Amir hari ini.
Amir mengatakan potensi usaha waralaba khususnya yang diusung oleh pemain lokal memang makin menunjukkan prospeknya, meski tingkat kegagalan jenis bisnis tersebut di Indonesia masih cukup tinggi yaitu mencapai 40%.
Kondisi itu berbeda dengan di negara maju seperti Amerika Serikat. Di negara itu, lanjutnya, tingkat kegagalan usaha waralaba hanya mencapai 8%.
“Untuk itu ketika saya memberikan ceramah di beberapa bank, saya imbau agar kalangan perbankan mesti memberikan skema kredit yang berbeda antara franchisor [pemberi waralaba/pewaralaba] dan franchisee [penerima waralaba/terwaralaba],” kata Amir.
Untuk terwaralaba, jelasnya, diharapkan kalangan perbankan lebih memberikan kredit dengan jangka waktu yang lebih lama, mengingat franchisee masih harus menanggung dana investasi cukup besar ditambah lagi harus membayar royalty dan franchise fee kepada pewaralaba.
Sumber: http://web.bisnis.com/sektor-riil/perdagangan/1id181593.html
