Posts Tagged ‘franchise 2010’

  • Tendangan Kue ‘Bola’, Melambungkan Laba

    4
    http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=7574e37143ee6a7a28998977d0ce4c3f&jenis=e4da3b7fbbce2345d7772b0674a318d5

    Hari beranjak sore saat seorang karyawan dengan seragam merah-kuning sibuk membuat adonan makanan. Sebuah both atau outlet berisi kompor dan piranti masak bernuansa warna sama berdenting ketika adonan mulai di aduk.

    “Sudah pernah merasakan rasanya ditendang kue?,” sapa seorang wanita yang tiba-tiba muncul dari dalam ruangan kepada Surabaya Post. Kemudian, dia langsung mengambil alih proses memasak dan mulai mempermainkan adonan di atas penggorengan.

    Christine Wu, begitu nama lengkap wanita tersebut, adalah pendiri sekaligus pencetus ide usaha yang diberinya nama CupBol. Meski usaha ini mulai menjamur di seluruh nusantara, tapi dia menolak bila CupBol disebut franchise atau waralaba. Menurutnya, usaha ini lebih tepat dinamakan program kemitraan, karena dia tidak menarik royalti/franchise fee.

    “Sejak awal saya mendirikan CupBol juga berbekal dari bermitra dengan seorang teman saya yang suka masak. Marlina Sofia namanya. Ditambah suami saya, kami bertiga bersepakat untuk berusaha bersama dalam bendera CupBol,” ujarnya.

    Christine mengenal sosok Marlina sebagai figur yang punya bakat besar di bidang kuliner. Hanya saja saat itu, rekannya tersebut masih menjadi pebisnis di sektor usaha kecil menengah (UKM) dengan mengandalkan pesanan pelanggan saja. “Kami dipertemukan di komunitas UKM Jatim saat itu. Waktu itu saya lihat potensinya terlalu besar jika hanya untuk menunggu pesanan datang setiap harinya,” jelas istri dari Wuryanano ini.

    Christine lalu mengajak Marlina untuk mengolah kemampuannya di bidang kuliner, menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan modal awal Rp 6 juta, mereka mulai bereksperimen membuat jajan kecil yang bisa dijadikan senjata mendatangkan laba. “Waktu itu terus terang saya penasaran dengan fanatisme masayarakat terhadap bola. Karena itu, saya ingin produk saya ini nantinya diminati, layaknya orang suka terhadap bola,” jelasnya. Dari pemikiran tersebut, akhirnya duet ini juga menemukan adonan khusus dalam bentuk akhir kue bulat menyerupai bola.

    Namun, jalan buntu sempat ditemui saat mau memasarkan produk itu.Selama enam bulan lebih, Christine harus nekad mengikuti berbagai pameran kuliner dan waralaba. “Kami terus beruji coba. Tiap ada pameran kuliner atau franchise kami nekad ikut. Bukan dalam rangka jualan. Target kami saat itu hanya ingin tahu respon pasar terhadap produk kami. Apa saja saran dan kritik untuk membuatnya lebih besar,” tuturnya.

    Dari rangkaian proses itu, dia sempat direpotkan dengan hasil akhir cemilan buatannya yang tidak bisa sepenuhnya bulat. “Saat pertama matang bisa bulat kayak bola. Tapi beberapa saat bentuknya langsung turun. Jadi kayak gembos,” urainya.

    Selain itu, dari proses uji coba di lapangan juga ditemukan evaluasi bahwa adonan isinya terlalu standar untuk bisa bertarung memenangkan hati pasar. Langkah pembenahan terus dilakukan, sampai akhirnya 1 Januari 2010 lalu produk CupBol resmi diluncurkan ke pasaran. Jargon ‘Sensasi Ditendang Kue’, dijadikan ikon andalan untuk menggaet konsumen termasuk mitra kerja. “Baru sejak saat itu kami berani tawarkan konsep usaha kami ini ke masyarakat dengan sistem kemitraan. Syukurlah, hingga saat ini kami sudah punya 30 outlet di Indonesia,” tukas wanita asli Surabaya ini.

    Mengenai sisitem promosi, Christine dibantu sepenuhnya oleh suami yang dikenal sebagai motivator, coach bisnis dan pelatih enterprenurship. “Pak Nano juga yang mengajari saya pentingnya menjaga jaringan bisnis. Saya sangat sadar bahwa jaringanlah inti dari bisnis ini. Mau produk saya kerennya seperti apa pun tapi kalau jaringannya buruk, percuma saja,” tegas wanita yang juga menjabat sebagai Public Relation Manager di lembaga Swastika Prima.

    Dalam rangka menjaga jaringan tersebut, Christine juga tidak segan untuk turun langsung mendampingi mitra usahanya bila terjadi kendala penjualan di lapangan. Menurut pengakuan Christine, minimal untuk satu both mitra usahanya dapat menjual 50 pax perhari dengan biaya bahan baku sekitar Rp 175.000. Dalam hitungan kasar, dengan harga jual Rp 6.000 per pax, maka setidaknya omzet per hari mencapai Rp 300.000 untuk penjualan 50 pax. “Berarti paling tidak mitra dapat keuntungan sekitar Rp 125.000 per hari. Berarti kalikan saja berapa untungnya dalam satu bulan. Saya pikir itu cukup menjanjikan,” papar wanita yang juga memiliki spa ini.

    Surabaya Post, Senin, 19 April 2010

  • Waralaba Makanan Fried Chicken Orchi Indonesia

    0
    http://orchi-indonesia.com/

    Usaha Fried Chicken tergolong bisnis yang banyak diminati. Selain keuntungannya yang menjanjikan, investasi yang dibutuhkan untuk bisnis waralaba makanan Fried Chicken ini juga cukup terjangkau. Tidak sampai puluhan juta rupiah, Anda sudah bisa menjadi seorang Pengusaha Fried Chicken dan siap mengambil bagian meraup keuntungan dari usaha ini.

    Peluang usaha makanan fried chicken terbuka luas, fried chicken disukai berbagai kalangan dari anak anak hingga orang tua, tidak ada matinya karena menjadi alternatif makanan yang dminati masyarakat indonesia. Bisa untuk kebutuhan makanan harian ataupun untuk penyediaan makanan acara tertentu, seperti : acara ulang tahun anak, rapat, buka puasa bersama, acara ibu-ibu pengajian, dll.

    Di waktu-waktu tanggal / bulan tertentu, omset fried chicken bisa 2x hingga 4x dari umumnya, misalkan saat bulan puasa menjelang lebaran ataupun 3 hari setelah lebaran. Kunjungi website Orchi Indonesia di sini.

  • Peluang usaha waralaba es sari tebu

    4

    Bisnis waralaba minuman tetap bergairah. Meski sebagian sudah melewati masa booming namun bisnis minuman tetap bertahan. Apalagi berjualan minuman punya permintaan yang tinggi yaitu di musim panas.

    Nah, selain waralaba teh, minuman es sari tebu juga mendapat sambutan cukup baik dari konsumen. Tercatat, sejumlah pengusaha minuman ini juga menawarkan peluang usaha waralaba.

    Jika anda ingin mengetahui tawaran usaha waralaba murah es sari tebu, tidak ada salahnya mengunjungi website mereka. Siapa tahu bisnis es tetes tebu lebih manis rasanya. :)

    » Read the rest of the entry..

  • Klenger Burger Bagi-Bagi Blackberry di Facebook

    0

    franchise klenger burger 150x150 Klenger Burger Bagi Bagi Blackberry di FacebookMedia sosial seperti Facebook sepertinya sekarang sudah menjadi keharusan untuk berpromosi. Bayangkan saja, sekitar 15 juta orang atau setengah dari populasi pengguna internet di Indonesia menggunakan Facebook saat ini. Dikurangi mereka yang punya account ganda tentu saja jumlahnya tetap signifikan.

    Banyak cara untuk memanfaatkan Facebook. Dari yang gratis seperti membuat fan page (halaman penggemar) hingga berbayar seperti memasang banner iklan di Facebook. Jika mau lebih kreatif lagi, anda juga bisa membuat aplikasi Facebook.

    Nah, salah satu cara yang sekarang banyak jadi pilihan adalah mengadakan kontes yang dikaitkan dengan aktivitas Facebookers. Klenger Burger misalnya, sedang menggelar kontes foto adu narsis di Facebook. Hadiahnya, mulai dari Blackberry hingga Nexianberry. :)

    Anda juga tertarik berpromosi di Facebook?

  • 10 Top Franchise 2010

    1

    Entrepreneur’s 2010 Franchise 500 Top 10

    #1: Subway

    With an estimated 40 new stores opening each week around the world, Subway is still expanding like crazy, powered by its healthful message and trend-setting $5 Footlong program. This year, the company is girding for battle as it considers rolling out its breakfast subs nationally.

    Did you know? In early 2010, Subway will surpass McDonald’s as the fast-food chain with the most outlets worldwide.

    Number of franchises: 31,445
    Franchising since: 1974
    Startup costs: $84,300 to $258,300
    2009 rank: #1

    #2: McDonald’s

    McDonald’s posted a 6 percent increase in profits in the third quarter of 2009, thanks in part to the national launches of its McCafe espresso drinks and Angus Third Pounders. And while other restaurants closed units, McDonald’s opened more than 900 U.S. locations and 1,000 internationally.

    Did you know? Willard Scott was the original Ronald McDonald, back in 1963.

    Number of franchises: 25,801
    Franchising since: 1955
    Startup costs: $995,900-1,842,700
    2009 rank: #2

    #3: 7-Eleven Inc.

    The key to 7-Eleven’s growth may be in the way the Dallas-based convenience-store chain handles its franchisees: A generous in-house financing program means that once franchisees pay the initial fees, they can use the company’s revolving credit line for inventory, setup costs and expansions.

    Did you know? Winnipeg is the Slurpee capital of the world–each 7-Eleven there sells about 8,300 slushies a month.

    Number of franchises: 35,141
    Franchising since: 1964
    Startup costs: $40,500-775,300
    2009 rank: #30

    #4: Hampton Inn/Hampton Inn & Suites

    The strategy for this Hilton-owned hotel chain is to keep standards high so that business travelers who have traded down to this value brand keep coming back after the recession ends and those who already appreciate it stay happy. It seems to be working: In 2009, Hampton added 150 new hotels

    Did you know? When guests at a Wisconsin Hampton Inn complained about loudly mooing cows, a clerk went outside and milked them.

    Number of franchises: 1,636
    Franchising since: 1984
    Startup costs: $3,716,000-13,148,800
    2009 rank: #21

    #5: Supercuts

    Low-cost hair salon Supercuts is the jewel in the crown of Regis Corp.’s nine franchise brands, snipping more than 3 million heads of hair each month. During the last year, as other scissor shops have slipped, Supercuts has managed to plant 80 new barber poles across the country.

    Did you know? In October, a Houston Supercuts earned a Guinness World Record by bobbing 349 heads of hair in 24 hours.

    Number of franchises: 1,028
    Franchising since: 1979
    Startup costs: $111,000-239,700
    2009 rank: #29

    #6: H & R Block

    No matter what shape the economy is in, tax returns to the IRS grow by about 1 percent a year. Add that to the ever-shifting maze of tax laws, and you’ve got a recipe for consistent growth for the tax prep biz, something H & R Block and its franchisees have capitalized on since the 1950’s.

    Did you know? H & R Block prepares one out of seven tax returns in the U.S.

    Number of franchises: 4,502
    Franchising since: 1956
    Startup costs: $26,427-84,094
    2009 rank: Not Ranked

    #7: Dunkin’ Donuts

    Dunkin’ sells more black coffee each year than any other restaurant in the country, and it has penetrated only 35 percent of the U.S. market. That leaves a lot of room to grow. But the company is taking it slow; in 2009, it focused more on cutting costs for franchisees and fine-tuning its value menus.

    Did you know? Dunkin’ shops in Korea sell “croquettes” filled with fiery kimchi (that is, fermented cabbage).

    Number of franchises: 8,924
    Franchising since: 1955
    Startup costs: $537,750-1,765,300
    2009 rank: #36

    #8: Jani-King

    After 23 years on top of our commercial cleaning category, Jani-King is harnessing new technology to push its mop brigade forward. Last year, it opened a 24-hour call center to help franchisees with scheduling. This year, it will unveil an interactive website and video conferencing equipment in 120 regional offices.

    Did you know? Founder Jim Cavanaugh owns one of the largest collections of antique fighter planes in the U.S.

    Number of franchises: 13,046
    Franchising since: 1974
    Startup costs: $11,400-35,050
    2009 rank: 15

    #9: Servpro

    You could call Servpro a late bloomer: The 40-year-old company launched its first national advertising campaign just five years ago, and its first international expansion is planned for this year. Still, Servpro’s the largest player in the disaster restoration biz, and 2009 was its first billion-dollar year.

    Did you know? After Sept. 11, Servpro dried and cleaned 300,000 square feet of the Pentagon.

    Number of franchises: 1,478
    Franchising since: 1969
    Startup costs: $102,250-161,150
    2009 rank: 28

    #10: ampm Mini Market

    Eighteen months ago, after 26 years of expanding in five western states, ampm decided to drive into eight new U.S. markets by franchising 250 company-owned BP Connect convenience stores. The company hopes the franchisees can serve as anchors for even further expansion.

    Did you know? Last year, ampm sold 18 million hot dogs, enough to build a tubesteak railroad across the state of Washington.

    Number of franchises: 2,956
    Franchising since: 1979
    Startup costs: $1,835,823-7,615,065
    2009 rank: 35

    Source: Entrepreneur.com

  • Peluang Usaha Franchise Martabak House

    3

    martabak house 150x150 Peluang Usaha Franchise Martabak HouseAda tiga tipe orang penyuka martabak. Pertama, mereka yang suka membuat martabak sendiri karena itu rajin mencari resep martabak jempolan. Kedua, mereka yang cukup membeli saja martabak telor dan martabak manis kesukaannya, seperti martabak bangka, martabak bandung, dan martabak kubang. Ketiga, mereka yang justru lebih suka berbisnis martabak dan mencari keuntungan dari berjualan makanan lezat tersebut.

    Nah jika anda termasuk yang mencari peluang waralaba atau franchise martabak, Martabak House memberikan kesempatan tersebut. Dengan investasi sekitar 70 juta and sudak bisa memiliki bisnis martabak dan menjual menu unggulan mereka seperti Martabak Ufo,Martabak Steak,Crispy steak, dll.

    Untuk Informasi lebih lanjut, hubungi:
    Martabak House Semarang :
    Jl. Kusuma Wardani No.9 – 11 (blkg Gedung BI)
    Telepon : 024-70117206
    HP. : 081 225 110
    Fax. : 024-7623192

    Martabak House Jogjakarta:
    Jl. Pandega Marta No. 320 Sleman Jogjakarta
    Hotline Franchise : 0274-9237261
    Website : www.martabakhouse.com
    E-mail address :

    * info@martabakhouse.com
    * martabak house@yahoo.co.id