Buka Gerai Alfamart Rp 250 Juta

Minat masyarakat membuka gerai minimarket Alfamart terus mengalir. Selama ini, dari total pengajuan yang masuk, rata-rata sekitar 60 persen berhasil lolos.
Branch Manager Malang PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Tri Prasetyo mengatakan, sejalan dengan potensi pasar jaringan ritel ini, pihaknya menerima ratusan pengajuan masyarakat yang ingin bekerja sama mengembangkan gerai Alfamart. Mereka tersebar di sejumlah daerah di Jatim.

“Kami memiliki penilaian tersendiri, sehingga tidak semua pengajuan direalisasikan. Selain luasan lahan menjadi pertimbangan, yang terpenting adalah pasar. Sedikitnya jumlah penduduk di sekitarnya 2.000 kepala keluarga,” kata Tri, akhir pekan lalu.

Ia mengakui, selama ini ada dua jenis gerai yang dioperasikan, yakni jaringan di bawah manajemen Alfamart dan jaringan waralaba yang selama ini memberikan kontribusi sekitar 30 persen.

Soal investasi, Tri menetapkan, untuk jaringan waralaba besarannya kisaran Rp 250-350 juta di luar lahan. Sedang gerai yang dikelola Alfamart dibutuhkan investasi sekitar Rp 500 juta per gerai.

“Ke depan, kami akan menggenjot waralaba ini, karena masih banyak wilayah yang belum tergarap, selain permintaan yang terus mengalir,” ujar Tri.

Ia bahkan mengatakan, dalam ekspansi gerai selalu memperhitungkan potensi pasar di wilayah yang akan dibidik. Untuk pasar yang besar, Alfamart bisa mendirikan dua gerai sekaligus di lokasi yang berdekatan.

Branch Manager Alfamart Surabaya, Nurcahyo Rahutomo mengakui, tahun ini pihaknya menargetkan membuka 200 gerai baru di Jatim. Gerai itu akan dikelola Cabang Surabaya yang membawahi sembilan kota/kabupaten dan Cabang Malang dengan 29 kota/kabupaten.

“Sebagian besar menyasar ke daerah-daerah kabupaten. Masing-masing cabang menargetkan ekspansi di 100 titik. Dari jumlah itu, 30 persen jenis waralaba dan 70 persen dikelola sendiri,” ulasnya.

Dari keseluruhan rencana pembukaan gerai, sekitar 70 persen sudah bisa dipetakan titik mana yang dijadikan lokasi. Sementara, dalam tiga bulan pertama 2010, sekitar 30 gerai sudah dioperasikan.

Saat ini, Alfamart memiliki 459 outlet di Jatim, terdiri atas 275 outlet dikelola Cabang Malang dan 184 outlet di bawah koordinasi Cabang Surabaya. Di Jatim, Alfamart memiliki dua distribution center (DC), di kawasan Brebek Industri (Sidoarjo) dan Singosari (Malang) yang menopang penyaluran barang ke outlet-outlet.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim Abraham Ibnu menyebut, tahun ini bakal ada 500 gerai minimarket baru. “Pertumbuhan ritel di kota menengah dan kecil justru lebih pesat, meski secara nominal masih kalah dibanding kota besar,” jelasnya.

Sejumlah minimarket yang akan hadir pada 2010, di antaranya Alfamart dan Indomaret. Sedang midle market, Circle-K, Alfamidi, dan Alfa Express. Per 2009, tercatat ada 1.850 gerai minimarket di Jatim, naik dibanding jumlah gerai pada 2008 yang sebesar 1.236 gerai.

Untuk hypermarket, lanjut Abaraham, akan ada sekitar 20-25 gerai lagi di Surabaya. ”Nilai transaksi industri ritel tahun ini diperkirakan Rp 13,967 triliun atau naik dari tahun lalu sebesar Rp 11,48 triliun,” imbuhnya.

Sumber: surya.co.id

Pilih Alfamart atau Indomaret?

alfamart_indomaretWaralaba lokal Alfamart dan Indomaret terus bersaing ketat. Saat ini, kabarnya antrean untuk menjadi franchisee di kedua franchise ritel tersebut masih panjang. Nah, jika Anda juga mau terjun ke bisnis tersebut manakah sebaiknya yang dipilih?

Tentu tidak mudah menemukan jawabannya. Keduanya sama-sama memiliki jaringan yang luas dan brand yang kuat. Tak heran, jika di sejumlah tempat banyak yang berani ”adu kesaktian” dengan membuka toko Alfamart-Indomaret bersebelahan.

Meski sulit, sejumlah ”penilaian” dari pihak ketiga barangkali perlu masuk ke dalam hitungan. Misalnya, hasil survei yang memotret perkembangan bisnis franchise di Indonesia.

Pada Juli lalu, Majalah SWA dan Roy Morgan, melakukan survei terhadap calon investor waralaba. Nah, berdasarkan hasil survei ini, calon investor memberikan masing-masing skor Alfamart  98 dan Indomaret 70.

Tetapi survei yang sama, memperlihatkan Indomaret sebagai waralaba yang paling direkomendasikan oleh konsumen. Indomaret paling direkomendasi dengan nilai 7,1 menurut survei itu.

Apa artinya? Calon investor cenderung melihat Alfamart ”lebih prospektif”, sebaliknya konsumen melihat Indomaret ”lebih oke”. Jadi, pertanyaanya apakah kita akan mengikuti naluri para calon investor atau persepsi konsumen?

Jika anda ragu, barangkali lebih baik melakukan investasi pada keduanya. Sehingga nanti akan diketahui mana sebenarnya yang dapat memberikan return lebih baik.