Indra Bekti; Bisnis sebagai bekal dihari tua

bekti-kirimIndra Bekti, lahir di Jakarta, 28 Desember 1977. Karirnya dijagat hiburan Indonesia dimulai pada usia 22, melalui panggung modelling, kemudian merambah sebagai presenter, akting dan menyanyi. Pemilik nama lengkap Bekti Indra Tomo, terbilang artis yang multitalenta, terlihat dengan kesibukannya yang segudang. Wajahnya kerap wara-wiri dilayar kaca baik itu berperan sebagi presenter, penyanyi dan bintang film bahkan dunia modelling. Semuanya masih aktif digeluti.

Beberapa judul film pernah ini lakoni, sebut saja 4 Sehat 5 Sempurna. Sebagai presenter ia masih aktif di Ceriwis. Bahkan sebuah buku berjudul ‘Indra Bekti 28 Ways to Stardom’ pernah ditulisnya, yang diluncurkan berbarengan dengan ulang tahunnya yang ke-28, pada tahun 2005 silam.

Tidak sampai disitu Indra, ternyata bukan saja bintang yang suka bekerja keras. Tapi juga artis, yang tidak suka dugem ini, cukup bijak dalam menyikapi hari tuanya. Terbukti dimasa jaya, dimana karir sedang terang bak bintang yang bersinar terang di malam yang cerah, ia tidak lupa untuk memikirkan hidupnya dimasa tua nanti. Hasil kerja yang dihasilkannya diinvestasikan untuk tetap bisa survive dimasa tua nanti di dunia bisnis.

“Pertama untuk survive, kita punya modal dan popularitas. Dan kita belajar dari artis-artis jaman dulu, mereka foya-foya, dapat penghasilan habis gitu saja. Dan dihari tua mereka hidup “kekurangan” tidak seperti dulu mereka masih aktif,” ujar Bekti soal alasannya berbisnis.

Apa bisnis Bekti? Ternyata sejak satu tahun yang lalu Indra telah memiliki beberap bisnis. Sebut saja, Index management, bisnis jasa yang didirikannya hampir satu tahun lalu, bergerak di bidang artis manajemen. Ada model manajemen dan Event Organizer, ketiga bergerak di bidang jasa.

Bisnis Butik

Selain ketiga bisnisnya di atas Bekti berencana membuat satu bisnis baru. Tak serupa dengan bisnis sebelumnya yang masih bererat kaitannya dengan dunianya. Kali ini bisnis yang akan dibidik Bekti adalah seputar dunia fesyen. Ya Butik, itulah bisnis yang akan segera digarap Bekti.

“Bisnis Butik ini berawal dari ide stylist aku, fashion designer aku, dia yang kalau aku kemana-mana ngurusin wardrop. Semua mereka yang urus,” ujar Indra kepada Majalah Info Franchise disela-sela kesibukannya, soal ide bisnisnya.

Lalu sejauh mana persiapan bisnis Bekti untuk bisnis teranyarnya ini? Dijelaskan Bekti, bisnis ini masih dalam penjajakan, survei-survey lokasi, kalau dihitung persen mungkin baru 10%. Soal nama Bekti masih bingung apakah Bekti Stuff atau staff. Sementara untuk lokasi yang diakan pilih Bekti wilayah selatan menjadi targetnya.

“Mungkin Wilayah selatan ya, Kemang,” terang anak kedua dari empat bersaudara pasangan Aruji Priyanto dan Alm. Syaprida, soal lokasi bisnisnya nanti.

Lalu apa sih yang akan dijual Bekti di Butiknya nanti. Karena yang menjadi target market Bekti nanti adalah kalangan muda, maka produk yang dijualnya nanti adalah Kaos, hem, jeans, celana panjang, jaket, jas. Tak hanya pakaian Bekti pun melengkapi butiknya dengan aksesoris, seperti syal, gelang dan junky. “Semua produk yang dijual adalah hasil rancangan sendiri dan tidak menutup kemungkinan juga suplayer luar masuk,” ujarnya.

Dijelaskan, investasi yang dihabiskan untuk butiknya kisaran Rp 50-100 juta. Soal kiat sukses Bekti dalam berbisnis cukup simple. “Kita yakin aja, dan percaya sama orang dengan mereka mau membantu dan memberikan ide-ide, kita terbuka akan ide tersebut. Intinya kita open minded dan berani ambil resiko,” tegasnya.

Sebagai artis, Indra, ternyata tidak hanya fasih bicara soal dunia hiburan. Tapi juga fasih bicara soal franchise. Terbukti ketika ditanya soal franchise dia pun cukup fasih bercerita.

“Franchise itu memberi peluang bagi orang yang ingin berbisnis, orang yang ingin kerjasama, dan dengan banyak franchise berarti semakin banyak peluang kerja yang tercipta,” terangnya. Sukses deh.