7 Tips Menemukan Bisnis Franchise yang Menguntungkan

Red Chrispy-dalamSebagai investor, Anda memilih usaha franchise tentu saja dengan harapan dapat memperoleh keuntungan lebih cepat dibandingkan melakukan bisnis baru. Nah, untuk menemukan franchise sesuai harapan anda tersebut, berikut tips-tips yang bisa dipertimbangkan:

Pertama, realistis menetapkan anggaran untuk investasi waralaba. Ini termasuk biaya franchise, pajak, lisensi, gaji dan tunjangan karyawan, setidaknya untuk satu tahun. Gunakan data dari asosiasi franchise untuk menemukan franchisor yang layak investasi.

Kedua, mencari peluang bisnis yang sesuai dengan tujuan pribadi, keuangan, keterampilan, dan pengalaman anda. Jika Anda memilih franchise yang tidak cocok, Anda mungkin kehilangan gairah di tengah dan pada akhirnya kehilangan uang.

Ketiga, pahami secara utuh pengertian franchise dan aspek hukum franchising. Pelajari setiap aspek yang terdapat di dalam tawaran investasi fanchise.

Keempat, carilah penilaian independen (review) terhadap peluang franchise yang ditawarkan. Dapatkan sebanyak mungkin informasi mengenai sejarah franchisor, jumlah franchisees, dukungan yang diberikan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis franchise.

Kelima, lakukan riset pemasaran untuk menentukan apakah bisnis yang anda ingin terjuni memiliki persaingan ketat atau tidak.

Keenam, berbicaralah dengan pemilik franchise tentang pengalaman mereka dengan franchisor yang sama. Mengetahui bila franchise offerer program memenuhi harapan mereka.

Ketujuh
, bandingkan potensi peluang bisnis waralaba, menggunakan spreadsheet untuk melacak informasi pendapatan dan belanja. Begitu juga anda perlu membicarakan dokumen dan syarat-syarat dalam kontrak franchise dengan ahli hukum. Ingat, membeli franchise menciptakan kewajiban hukum, bahkan jika usaha gagal.

Image: detik.com

Memahami Peluang Waralaba di Indonesia

Anda sedang mencari peluang waralaba? Dalam daftar waralaba biasanya waralaba alfamart dan waralaba makanan termasuk banyak diminati. Selain perlu memahami pengertian waralaba, sebaiknya anda juga perlu mencermati perjanjian waralaba sebaik mungkin. Berikut dikutipkan satu artikel resensi buku tentang menjadi kaya lewat waralaba yang ditulis Amir Karamoy.

Jika Anda seorang pendatang baru dalam industri yang sudah mapan, Anda harus memiliki keunikan atau kelebihan yang diminati oleh pasar. Tanpa itu, perjuangan Anda menembus pasar akan sangat berat. Soalnya, masyarakat cenderung memilih suatu produk barang atau jasa berdasarkan brand yang telah dikenal reputasi dan citranya demi jaminan kualitas yang ditawarkan.

Penelitian juga menyebutkan kebanyakan perusahaan baru mengalami kegagalan pada tahun-tahun pertama. Tapi, jangan pesimistis dulu. Model bisnis waralaba atau franchise bisa menjadi pilihan solusi bagi para wirausaha yang ingin terjun ke pasar namun belum memiliki brand yang layak bersaing di pasaran.

Sistem waralaba dapat menghindarkan dari risiko kegagalan ketika memulai bisnis baru. Karena terwaralaba atau pihak yang menggunakan atau memanfaatkan merk yang sudah dikenal, tinggal menjalankan konsep bisnis yang mapan yang telah dirumuskan oleh pihak pewaralaba (pemilik brand). Selain itu, sebagai tanggung jawab terhadap reputasi perusahaan, pihak pewaralaba wajib memberikan dukungan penuh diantaranya dalam hal manajemen, teknis, operasional dan standardisasi atau kontrol kualitas (seperti pasokan bahan baku, peralatan, training), pemilihan lokasi, periklanan, pemasaran bahkan promosi.

Akan tetapi, perlu dicamkan pula waralaba bukanlah jaminan sukses, melainkan hanyalah seperangkat peralatan untuk sukses. Juga, tidak semua pewaralaba cocok dijadikan mitra yang akan mendukung kemajuan terwaralaba. Begitu juga sebaliknya, tidak semua terwaralaba mampu menjalankan bisnis waralaba sesuai yang diharapkan pemilik brand. Dalam buku ini, penulis mencantumkan aspek-aspek yang harus dicermati dalam memilih calon pewaralaba maupun terwaralaba.

Anda mungkin akan bertanya apa keuntungan pemilik brand menjalankan bisnis dengan model waralaba, dimana chance pembajakan sangat tinggi. Sebagai konsultan waralaba nasional dan sering bekerjasama dengan konsultan internasional, penulis melihat hal ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena rahasia usaha (dagang) dilindungi oleh hukum. Misalnya pun suatu resep dibajak dalam industri makanan, maka ia tidak akan mampu bersaing dengan merk asli yang telah dikenal konsumen.

Ketika suatu perusahaan pemilik brand terkenal dihadapkan pada keharusan untuk ekspansi pasar, model bisnis waralaba bisa jadi merupakan pilihan tepat. Selain tidak perlu mengubah struktur manajemen perusahaan, sistem waralaba akan menghemat biaya ekspansi dibandingkan membuka cabang sendiri yang membutuhkan investasi besar. Dengan waralaba yang dilakukan secara serentak ke berbagai daerah, pewaralaba (pemilik brand) dapat menembus pasar dan menyerap serta melipatgandakan pasar secara cepat, dengan mengalihkan risiko bisnis kepada pihak terwaralaba.

Selain itu, dengan memberi kesempatan pada pihak terwaralaba yang telah mengenal baik lingkungan bisnisnya, ide-ide inovatif yang sesuai dengan pasar lokal akan muncul (misalnya penambahan menu nasi di McDonald Indonesia yang disesuaikan dengan pola makan penduduk setempat). Dan yang pasti, bisnis waralaba akan menjadi sumber pendapatan rutin bagi pemilik brand yang didapat dari fee dan royalti.

Sedangkan keuntungan yang didapat oleh pihak terwaralaba adalah hematnya biaya persiapan dan awal usaha karena konsep bisnis yang mapan telah dirumuskan oleh pihak pewaralaba. Biaya promosi yang harus dikeluarkan juga sangat minim karena konsumen telah mengenal brand tersebut sehingga tidak perlu bersusah-payah menaikkan citra produk atau jasa yang ditawarkan. Bayangkan dan bandingkan berapa biaya promosi dan marketing yang perlu Anda keluarkan jika harus mempromosikan brand baru dari nol.

Dalam buku ini penulis menyebutkan bahwa waralaba merupakan sistem usaha yang Islami dan berbasis syariah dengan prinsipnya yang luhur, dimana pihak terwaralaba sebagai mitra bisnis ikut mencicipi keuntungan dan kesuksesan si pemilik brand (pewaralaba). Idealnya, perusahaan pewaralaba menjadi besar dengan membagi keuntungan kepada pihak lain, atau dengan kata lain perusahaan menjadi besar dengan cara membesarkan pihak lain.

Terlepas dari gaya tulisan yang kurang sistematis — karena buku ini ditulis sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan seputar waralaba sehingga banyak hal yang diulang-ulang– seluk beluk sistem waralaba berhasil dibeberkan secara menyeluruh, termasuk aspek pembayaran, hukum, dan isu-isu kontemporer.

Nilai tambah lain buku ini adalah tersedianya direktori franchise & business opportunities di Indonesia. Alhasil, bagi pembaca yang ingin mencoba berbisnis secara waralaba akan sangat terbantu untuk memilih dan mengontak pewaralaba yang diinginkan.

sumber: http://www.niriah.com/buku/detail.php?cid=5&id=5&pageNum=1