Bank Rakyat Malaysia Incar Waralaba Pegadaian di Indonesia

http://www.tempointeraktif.com/hg/perbankan_keuangan/2010/06/21/brk,20100621-257003,id.html

Bank Kerjasama Rakyat Malaysia atau Bank Rakyat Malaysia berniat mengembangkan produk waralaba pajak gadai Islam lewat usaha Ar-Rahnu X’change di Indonesia sebagai upaya mempelbagaikan sektor perdagangan waralaba ke Tanah Air.

Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi, dan Kepenggunaan, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, mengatakan langkah itu merupakan sebagian usaha menembus bidang perdagangan waralaba di Indonesia yang bertumpu kepada produk kesehatan dan makanan.

Selain Indonesia, katanya, Malaysia juga tengah berdiskusi dengan Brunei untuk mengembangkan produk waralaba pajak gadai berprinsip syariah oleh Bank Rakyat itu. “Ini pertama kali produk begini diperkenalkan di Indonesia. Kami baru meninjau, belum ada perbincangan lebih lanjut,” katanya.

Menurut dia, masayarakat Indonesia yang akan membuka sektor perdagangan tersebut. “Hanya menggunakan konsep kita. Inilah konsep waralaba,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Ahad (20/6), terkait lawatan kerja dua hari di Indonesia.

Ismail mengatakan, sebagai sebuah negara yang memiliki penduduk Islam terbanyak di dunia, ia menilai produk itu berpotensi besar dikembangkan di Indonesia. Namun begitu, beberapa hal seperti dari segi perundang-undangan, dan sebagainya perlu dipertimbangkan terlebih dulu.

Sebelumnya, Ismail Sabri meresmikan paviliun Malaysia di pameran Konsep Perdagangan dan Izin Waralaba Internasional 2010 (IFRA) di Jakarta Convention Centre Jakarta (JCC) yang sudah berlangsung sejak 18 Juni hingga Ahad (20/6).

Ismail mengatakan, sejauh ini 11 perusahaan waralaba asal Malaysia sudah membuka jalinan dagang di Indonesia termasuk Sports Planet, Daily Fresh, Nelson’s, Smart Reader, Royal Selangor, dan Saba Islamic Media.

Tahun ini Malaysia menawarkan tujuh produk waralaba baru untuk Indonesia, antara lain Ar-Rahnu X’change, Q-Dees (waralaba pendidikan dan taman bermain anak-anak), Children Islamic CentreIC), MingoMingo (waralaba es krim), dan CoolBlog (kios waralaba camilan).

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/perbankan_keuangan/2010/06/21/brk,20100621-257003,id.html

Pilih Alfamart atau Indomaret?

alfamart_indomaretWaralaba lokal Alfamart dan Indomaret terus bersaing ketat. Saat ini, kabarnya antrean untuk menjadi franchisee di kedua franchise ritel tersebut masih panjang. Nah, jika Anda juga mau terjun ke bisnis tersebut manakah sebaiknya yang dipilih?

Tentu tidak mudah menemukan jawabannya. Keduanya sama-sama memiliki jaringan yang luas dan brand yang kuat. Tak heran, jika di sejumlah tempat banyak yang berani ”adu kesaktian” dengan membuka toko Alfamart-Indomaret bersebelahan.

Meski sulit, sejumlah ”penilaian” dari pihak ketiga barangkali perlu masuk ke dalam hitungan. Misalnya, hasil survei yang memotret perkembangan bisnis franchise di Indonesia.

Pada Juli lalu, Majalah SWA dan Roy Morgan, melakukan survei terhadap calon investor waralaba. Nah, berdasarkan hasil survei ini, calon investor memberikan masing-masing skor Alfamart  98 dan Indomaret 70.

Tetapi survei yang sama, memperlihatkan Indomaret sebagai waralaba yang paling direkomendasikan oleh konsumen. Indomaret paling direkomendasi dengan nilai 7,1 menurut survei itu.

Apa artinya? Calon investor cenderung melihat Alfamart ”lebih prospektif”, sebaliknya konsumen melihat Indomaret ”lebih oke”. Jadi, pertanyaanya apakah kita akan mengikuti naluri para calon investor atau persepsi konsumen?

Jika anda ragu, barangkali lebih baik melakukan investasi pada keduanya. Sehingga nanti akan diketahui mana sebenarnya yang dapat memberikan return lebih baik.